Penjelasan Filsafat Pendidikan
A. Pengertian Filsafat Pendidikan Menurut Para Ahli
Menurut John Dewey, filsafat pendidikan merupakan
suatu pembentukan kemampuan dasar yang fundamental baik yang menyangkut daya
pikir intelektual maupun daya perasaan emosional menuju tabiat manusia.
Menurut Thompson, filsafat artinya melihat suatu masalah
secara total dengan tanpa ada batas atau implikasinya, ia tidak hanya melihat
tujuan, metode atau alat-alatnya tapi juga meneliti dengan seksama hal-hal yang
di maksud. Keseluruhan masalah yang dipikirkan oleh filosof tersebut merupakan
suatu upaya untuk menemukan hakikat masalah. Sedangkan suatu hakikat itu dapat
di bakukan melalui proses kompromi.
Menurut Imam Barnabid, filsafat pendidikan
merupakan ilmu yang pada hakikatnya merupakan jawaban dari
pertanyaan-pertanyaan dalam bidang pendidikan. Baginnya filsafat pendidikan
merupakan aplikasi suatu analisis filosofis terhadap bidang pendidikan.
Menurut Prof. Dr. Hasan Langgulung
Filsafat pendidikan adalah teori atau ideologi pendidikan yang muncul dari
sifat filsafat seorang pendidik, dari pengalaman-pengalamnnya dalam pendidikan
dan kehidupan dari kajiannya tentang berbagai ilmu yang berhubungan dengan
pendidikan, dan berdasar itu pendidik dapat mengetahui sekolah berkembang.
Menurut Al–Syaibany (1979 : 36), filsafat
pendidikan adalah aktivitas pikiran yang teratur yang menjadikan filsafat
menjadi sebagai jalan untuk mengatur, menyelaraskan dan memadukan proses
pendidikan. Artinya Filsafat pendidikan dapat menjelaskan nilai-nilai dan
maklumat-maklumat yang diupayakan untuk mencapainya.
Menurut Zanti Arbi (1988), pengertian
filsafat pendidikan yaitu :
1. Menginspirasi, yang dapat diartikan mampu
memberikan inspirasi bagi para pendidik untuk menjalankan berbagai ide dalam
pengembangan pendidikan.
2. Menganalisis, yang dapat diartikan mampu
memeriksa secara detail setiap bagian dari pendidikan hingga validitas dari
pendidikan itu sendiri dapat diketahui secara jelas.
3. Memperspektifkan, yaitu mengenai upaya memberi
pengarahan dan penjelasan kepada pendidik mengenai pendidikan secara lebih luas
dan mendalam.
4. Meninvestigasi, yaitu meneliti dan memerikasa
tingkat kebenaran dari berbagai teori yang ada di dunia pendidikan.
Filsafat pendidikan bisa
didefenisikan sebagai kaidah filosofis dalam bidang pendidikan yang aspek-aspek
pelaksanaan falsafah umum dan menitikberatkan pada pelaksanaan prinsip-prinsip
dan kepercayaan yang menjadi dasar dari filsafat umum dalam upaya memecahkan
persoalan-persoalan pendidikan secara praktis.
B.
Subjek/
Obyek Filsafat Pendidikan
Subjek
filsfat adalah seseroang yang berfikir/ memikirkan hakekat sesuatu dengan
sungguh-sungguh dan mendalam. Seperti halnya pengetahuan, Maka filsafatpun
(sudut pandangannya) ada beberapa objek yang dikaji oleh filsafat
a)
Obyek
material yaitu segala sesuatu yang realitas
1.
Ada
yang harus ada, disebut dengan absoluth/ mutlak yaitu Tuhan Pencipta
2.
Ada
yang tidak harus ada, disebut dengan yang tidak mutlak, ada yang relatif
(nisby), bersifat tidak kekal yaitu ada yang diciptakan oleh ada yang mutlak
(Tuhan Pencipta alam semesta)
b)
Obyek
Formal/ Sudut pandangan
Filsafat
itu dapat dikatakan bersifat non-pragmentaris, karena filsafat mencari
pengertian realitas secara luas dan mendalam. Sebagai konsekuensi pemikiran
ini, maka seluruh pengalaman-pengalaman manusia dalam semua instansi yaitu
etika, estetika, teknik, ekonomi, sosial, budaya, religius dan lain-lain
haruslah dibawa kepada filsafat dalam pengertian realita.
Menurut
Prof Dr. M. J. Langeveld : “……bahwa hakikat filsafat itu berpangkal pada
pemikiran keseluruhan sarwa sekalian scara radikan dan menurut sistem”.
1.
Maka
keseluruhan sarwa sekalian itu ada. Ia adalah pokok dari yang dipikirkan orang
dalam filsafat
2.
Ada
pula pikiran itu sendiri yang terhadap dalam filsafat sebagai alat untuk
memikirkan pokoknya
3.
Pemikiran
itupun adalah bahagian daripada keseluruhan, jadi dua kali ia teradapat dalam
filsafat, sebagai alat dan sebagai keseluruhan sarwa sekalian
Menurut
Mr. D. C Mulder menulis sebagai berikut :
“
Tiap-tiap manusia yang mulai berpikir tentang diri sendiri dan tentang
tempatnya dalam dunia, akan mengahdapi beberapa persoalan yang begitu penting
sehingga persoalan-persoalan itu boleh diberi nama persoalan-persolan pokok”.
Louis
Kattsoff mengatakan lapangan kerja filsafat itu bukan main luasnya yaitu
meliputisegala pengetahuan manusia serta segala sesuatu apa saja yang ingin
diketahui manusia. Dr. A. C Ewing mengatakan bahwa kebenaran, materi,
budi, hubungan materi dan budi, ruang dan waktu, sebab, kemerdekaan, monisme
lawan fluarlisme dan tuhan adalah termasuk pertanyaan-pertanyaan poko filsafat
B.
Ruang
Lingkup Filsafat
Para ahli
mengatakan bahwa ruang lingkup dari ilmu filsafat yaitu :
·
Tentang
hal mengerti, syarat-syaratnya dan metode-metodenya.
·
Tentang
ada dan tidak ada.
·
Tentang
alam, dunia dan seisinya.
·
Menentukan
apa yang baik dan apa yang buruk.
·
Hakikat
manusia dan hubungannya dengan sesama makhluk lainnya.
·
Tuhan
tidak dikecualikan.
Filsafat
itu erat hubungannya dengan pengetahuan biasa, tetapi mengatasinya karena
dilakukan dengan cara ilmiah dan mempertanggungjawabkan jawaban-jawaban yang
diberikannya.
Filsafat
adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempunyai sifat-sifat ilmu pengetahuan tapi.
Akan tetapi jelaslah bahwa filsafat tidak termasuk ruangan ilmu pengetahuan
yang khusus. Filsafat boleh dikatakan suatu ilmu pengetahuan, tetapi obyeknya
tidak terbatas, jadi mengatasi ilmu-ilmu pengetahuan lainnya merupakan bentuk
ilmu pengetahuan yang tersendiri, tingkatan pengetahuan tersendiri.
Para ahli
mengatakan bahwa ruang lingkup dari ilmu filsafat yaitu :
a. Tentang
hal mengerti, syarat-syaratnya dan metode-metodenya.
b. Tentang
ada dan tidak ada.
c. Tentang
alam, dunia dan seisinya.
d. Menentukan
apa yang baik dan apa yang buruk.
e. Hakikat
manusia dan hubungannya dengan sesama makhluk lainnya.
f. Tuhan
tidak dikecualikan.
Ruang
lingkup dari filsafat yaitu :
a. Tentang
pengetahuan : logika yang memuat :
·
Logika
formil yang mempelajari asas-asas atau hukum-hukun berpikir yang harus ditaati
agar kita dapat berpikit dengan benar dan mencapai kebenaran. jadi bagaimana
orang harus berpikir dengan baik dan aturan-aturan untuk itu. Hukum-hukum
logika berlaku dan penting bagi semua ilmu pengetahuan lainnya pula, bagi
filsafat merupakan alat yang harus dikuasai lebih dahulu.
·
Logika
materiil kritik (epistimologi)
Yang
memandang ilmu pengetahuan (materil) dan bagaimana isi ini dapat
dipertanggungjawabkan. Jadi mempelajari perihal :
1. Sumber dan asal pengetahuan
2. Alat-alat pengetahuan
3. Proses terjadinya
pengetahuan
4. Kemungkinan dan batas
pengetahuan
5. Kebenaran dan kekeliruan
6. Metode ilmu pengetahuan dan
lain-lain.
b. Tentang
“ada” : metafisika atau ontology
Hal ini
mengupas tentang :
1. Apakah
arti ada itu?
2. Apakah
kesempurnaannya ada itu?
3. Apakah
tujuannya ada itu?
4. Apakah
sebab dan akibat?
5. Apakah
yang merupakan dasar yang terdalam dari setiap barang yang ada itu?
c. Tentang
dunia material : kosmologi
Hal
ini membicarakan tentang asal mula atau sumber dan susunan atau struktur dari
alam semesta.
d. Tentang
manusia : filsafat tentang manusia.
Orang
mengetahui tentang “ada” itu dari adanya sendiri.
e. Tentang
kesusilaan : etika
Manusia
itu yakin dan wajib berbuat baik dan menghindarkan yang tidak baik itu
menimbulkan berbagai soal, yaitu :
1. Apakah
yang disebut baik itu?
2. Apakah
yang buruk itu?
3. Apakah
ukuran baik atau buruk itu?
4. Apakah
suara batin itu?
5. Apakah
kehendak bebas?
6. Apakah
artinya kepribadian itu?
f. Tentang
Tuhan : Theodyca
Hal
inilah yang merupakan konsekuensi terakhir dari seluruh pandangan filsafat.
Renungan tentang pengetahuan kita itu membuktikan bahwa manusia itu bukan
sumber sari segala-segalanya, bukan sumber daripada segala pengetahuan.
Singkatnya
bahwa ia bukan yang mutlak, sebab itu harus dicari sumber yang terdalam dan
sebab yang terakhir, yang mengatasi manusia sendiri dan dunia.
Filsafat pendidikan adalah teori atau ideologi pendidikan yang muncul dari sifat filsafat seorang pendidik, dari pengalaman-pengalamnnya dalam pendidikan dan kehidupan dari kajiannya tentang berbagai ilmu yang berhubungan dengan pendidikan, dan berdasar itu pendidik dapat mengetahui sekolah berkembang.
Komentar
Posting Komentar