Pemaksimalan Pemikiran
Pada
tanggal 30 Oktober 2018 mata kuliah Filsafat Pendidikan. saya asli ikut mata kuliah Filsafat Pendidikan kelas A tapo ikut di kelas B karena perpindahan jam yang bertabrakan makul lain. Hasil reportase materi yang di sampaikan oleh Bapak Moh.Aniq KHB
menjelaskan tentang penataan bahasa jawa atau istilah jawa. K.H Dewantoro menawarkan 3 istilah dari Bahasa jawa yaitu :
1.Tetep, Antep dan Mantep.
2. Kendel, Kandel, Ngandel Bandel.
3. Neng Ning Nung Nang.
Pak Aniq KHB membedah satu
persatu dari istilah bahasa jawa tersebut. Yang pertama yaitu dari istilah
tetep, antep dan mantep yaitu berawal dari keteguhan berfikir/ ketetapan
berfikir. Antep artinya berbobot. Pikiran adalah perasaan dari sebuah akal. Dan
akal adalah alat untuk memeras. Objek yang diperas adalah pikiran.
Contoh terhadap kejadian
atau fenomena yang baru terjadi sekarang ini atau yang lagi panasnya yaitu
tentang kejadian pembakaran bendera tauhid yang di sebut bendera HTI/ ormas
terlarang. Orang itu pengen membela tapi sebenarnya tidak membela. Membela
dengan cara membakar yang kemudian melahirkan reaksi pembelaan terhadap bendera
yang di bakar. Kita di sibukkan dengan symbol. Padahal jaman dahulu symbol itu
diangap biasa- biasa saja misal kuburan ada nisannya, symbol masjid mustokonya
mustoko yang berbentuk bulan sabit yang ditengahnya ada bintang, salib orang
gereja Kristen/ katolik. contoh lagi huruf A B C D E dst itu juga merupakan Symbol , symbol tersebut digunakan untuk
memahami ungkapan / kata- kata sehingga
memunculkan tulisan . karena dalam hal tersebut dianggap biasa atau lumrah dan
kenapa zaman sekarang malah pada kaget dengan symbol dibakar atau yang lainya.
Qur’an di bakar itu tidak apa-apa yang di karena dengan alasah sudah rusak atau
kumuh dan menguning yang nanti takutnya merusak arti atau makna dari Al-Qur’an
tersebut. Bukan berarti membakar Al- Qur,an itu menghina Islam. karena semisal kalau dibuang malah dosa.
Pilihan jalan terakhir ya di bakar. Jadi inti dari permasalahan
tersebut mereka terlalu sibuk dengan hal/ ulah yang di buat mereka sendiri atau
hal konyol. Yang seharusnya kesibukan tersebut bisa di gunakan untuk peduli
dengan saudara kita yang sedang terkena bencana. Membela itu tidak harus dengan
melakukan demo/ aksi dan sejenisnya, jika itu terjadi di luar negeri bisa akan
terjadi perseteruan yang hebat yang bahkan bisa menjurus perang saudara yang
berakibat pertumpahan darah. Cara mencari pikiran yaitu dengan cara
pandang,sisi pandang, resolusi pandang, gaya pandang. Ada akal justru akal itu
sudah menjadi satu dengan hati.
Yang kedua, yaitu ngandel, kandel, kendel, bandel. Percaya ialah
memberikan pendirian yang teguh ( tidak mudah rapuh mentalnya). Bandel itu
ampuh, arti yang sesungguhnya ialah kokoh, kuat, tidak takut, pantang mundur
atau bisa disebut juga tawakal.
Yang ketiga, Nong, Ning, Nung, Nang. Artinya Ning dan Nong
(manggon), Nung, Nang , Neng ( menurut perkiraan Bapak Aniq KHB mengambil arti dari
kun fayakun) yaitu mencari kesucian pikiran kebatinan. Dan terinspirasi dari
kisah nabi Suaeb as dan nabi Nuh as.
FRIDAY
Komentar
Posting Komentar